Tips/cara Membuat Kaldu

>> Sunday, November 06, 2011


Rahasia sup yang lezat bukan hanya terletak pada campuran bumbunya. Pembuatan kaldu yang oke, juga menunjang hasil jadi sup.

Kaldu tak hanya dibuat dari rebusan daging atau ayam, juga dari tulang-tulang. Agar kaldu yang diperoleh jernih dan gurih, ada tahapan tertentu yang harus Anda lalui.




1. Kaldu asli

Meski Anda membuat sup dalam jumlah banyak, air yang digunakan secukupnya saja agar gurih rasanya. Setelah daging empuk, baru tambahkan air sesuai keinginan.

Rebus air sampai mendidih lalu masukkan daging atau ayam. Daging/ayam sebaiknya tak dipotong-potong agar warna kaldu jernih. Anda bisa menambahkan bumbu-bumbu ke dalam air rebusan, kecuali garam. Garam dimasukkan setelah daging empuk.

Saat merebus, gunakan api kecil. Memang daging atau ayam akan lama matangnya, tapi cara merebus yang lama akan menghasilkan kaldu lebih gurih. Usahakan merebus di panci besar dan di tutup agar air tak meluap ke luar.

2. Kaldu dari Tulang

Kaldu dari tulang-tulang, entah ayam atau daging, bukan cuma bisa dibuat sup. Karena itu baik sekali bila Anda selalu memiliki perbendaharaan kaldu tulang di freezer Anda. Selain sup, kaldu serupa ini bisa dibuat capcay, aneka tumisan, atau mi rebus.

Cara membuatnya, kumpulkan sebanyak mungkin tulang sapi/ayam. Bubuhi daun bawang, seledri, wortel, bawang bombay, cengkeh, atau rempah lain yang kebetulan Anda miliki. Rebus di atas api sangat kecil dalam keadaan tertutup. Perhatikan kaldu, saat mendidih, air tak boleh meletup-letup. Jika meletup, api harus dikecilkan.

Bila kaldu yang Anda buat dari tulang ayam, rebusan kaldu kecuali ditambah bumbu dan rempah-rempah, tambahkan pula beberapa potong ampela. Dengan begitu kaldu akan terasa harum dan gurih. Tapi jangan sekali-sekali menambahkan ati ayam. Ati membuat kaldu terasa bau dan berwarna kusam.

Selain dari tulang, lemak-lemak dan urat-urat daging yang selalu kita buang agar daging jadi empuk pun bisa dibuat jadi kaldu. Caranya tak berbeda. Tentu jumlah air yang digunakan tak banyak karena jumlah urat-urat daging biasanya tak banyak.

Kulit udang pun bisa Anda rebus jadi kaldu. Agar tak amis, tambahkan beberapa iris jahe, daun bawang, dan seledri. Hasilnya bisa digunakan untuk membuat capcay, sup ikan, soto udang, atau tekwan.

Karena pembuatannya cukup repot dan lama, ada baiknya Anda membuat dalam jumlah banyak sekali. Kaldu seperti ini tahan tiga bulan dalam freezer.

Cara penyimpanan, bungkus kaldu yang sudah dingin dalam kantung es mambo. Masukkan dalam freezer. Setiap diperlukan, Anda bisa mengambil satu atau beberapa bungkus.

Sediakan lauk-pauk lain

Dari kaldu tadi Anda bisa membuat bermacam-macam sup. Dari sup bening sampai sup krim. Aneka sayuran atau kacang-kacangan bisa dimasukkan di sini. Begitu juga irisan daging atau ayamnya.

Perhatikan bila Anda membuat sup dari kaldu tulang, selain sup, Anda tetap harus menyediakan lauk-pauk lain. Misal, ayam goreng, ikan balado, atau jenis protein lainnya. Karena kaldu sama sekali tak mengandung gizi, cuma memberi aroma dan rasa gurih. Jadi, bila Anda memberikan hanya kuah sup pada anak-anak sebetulnya tak memberi manfaat asupan gizi sama sekali.

Sumber: tabloid nakita
Semoga bermanfaat!

Share to your friends:

4 comments:

Sadako Kenzhi 9 November 2011 at 05:20  

saya kok pengen banget bikin capcay mbak, kaldunya dari tulangan juga bisa ya? setahu saya dulu tanpa kaldu, langsung irisan kubis, wortel, daging gitu mbak dioseng2 ...pengen

nina,  1 February 2012 at 13:51  

gimana membuat kaldu ayam mbk?

narti 1 February 2012 at 16:00  

@ nina, perasaan udah ada pada artikel di atas deh :D

Software Cafe 5 March 2012 at 09:22  

Terima Kasih untuk informasi dan tips yang diberikan..

Post a Comment


- Terima kasih sudah berkunjung ke dapurpunyaku.blogspot.com
- Semua komentar di moderasi terlebih dahulu.
- Yang tidak punya blog, tulis komentar, lalu pilih Name/URL, isi nama saja, URL dikosongkan.
Misalnya: Yuke-Japan
- Komentar yang berbentuk link akan dihapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Welcome to my kithen since January 9, 2009

Privacy Policy | Back to TOP