Kuboos + tumis ayam paprika

>> Saturday, October 08, 2011

Arabic bread, lebih sering disebut kuboos. Kalau di kemasannya sih namanya Arabic Bread (roti Arab). Kuboos ini bisa dikatakan makanan rakyat. Kalau kita orang Indonesia makan nasi, mereka makan kuboos  ini. Kuboos terbuat dari tepung terigu (kayaknya ya, coz belum nemu resepnya), dibentuk mirip kulit pizza, lalu dipanggang. Biasanya dipanggang menggunakan tungku ukuran sangat besar, kuboos ini ditempelkan pada dinding sebelah dalam tungku, setelah matang diangkat. Narti nyari di You tube nemu cara membuat Kuboos dalam skala besar, produksinya pakai mesin.

Berikut video cara membuat Kuboos:



Berikut ini gambar kuboos siap disantap. Narti membelinya dengan harga yang cukup murah. Mau buat sendiri juga gak bisa dan kalau dihitung ya lebih murah beli jadi daripada membuatnya sendiri.















Gambar Arabic Bread (Kuboos)
Untuk lauknya, kadang mereka memakai lauk daging ayam atau daging sapi. Ada yang dimasak jenis kari, ataupun jenis masakan lainnya. Tapi narti buat lauknya yaitu tumis ayam paprika.















Tumis ayam paprika ala narti :)

Jangan heran kalau misalnya ketika bertamu di rumah teman, mereka menghidangkan makanan ini sebagai jamuannya. Lauk dihidangkan bersama pancinya. Itu narti pindah ke piring, masih gak tega, hehe...
Dan mereka biasanya makan tanpa memakai piring. Terus gimana cara makannya?
Misalnya di meja atau gelar tikar, mereka beri alas plastik (biasanya plastik lembaran sekali pakai) atau bisa juga menggunakan kertas koran. Kuboos, dibagikan dan kita bisa mulai makan. Caranya: sobek kuboos (kira-kira untuk 1 suap), beri lauk, lalu kita makan. Lauk yang terhidang untuk ramai-ramai, maksudnya dimakan ramai-ramai. Bukan satu orang satu porsi, gitu.
Kalau sudah selesai, tinggal bersihin kertas koran atau plastik alasnya, jadi tidak ada acara nyupir (nyuci piring), hehe...hemat kan? Nyuci ya tinggal nyuci panci bekas lauk aja.

Share to your friends:

10 comments:

Ladida Cafe 8 October 2011 at 14:13  

wah, dikasih cara makan juga, ehehee, jadi ngga asal makan ya mbak, ehehe

makasih yaa infonya ^^

narti 8 October 2011 at 14:32  

@ Ladida Cafe, hehe... iya, coz tidak disediakan piring, sendok, garpu. Kalau yang baru pertama mungkin juga akan bingung gimana cara makannya. :)

Gaphe 8 October 2011 at 17:42  

kirain tadinya kayak bakpao.. ternyata kayak pita bread yah.

hemm.. pengen nyobain.. oleh-olehnya donk Mbak!

hehehe..

ketty husnia 8 October 2011 at 18:03  

hehehe ga ada acara nyupir,..seneng banget aku..:)

aku pernah liat makanan dan cara makan yg disampaikan mbak Narti di film perancis,..
seru ya, makan rame2..

r10 8 October 2011 at 18:31  

kaya semacam kebab gitu yah?

HALAMAN PUTIH 9 October 2011 at 03:18  

ini termasuk jenis makanan yang pedas ya, walaupun kelihatannya nikmat tapi perutku tidak tahan dengan yang pedas2.

yayack 9 October 2011 at 11:36  

makanan arab jadi keliatan jumbo atau seba gede. sekilas pengen nyobain tapi liat gambarnya jd udah kenyang duluan hehe

Buditech 10 October 2011 at 03:01  

Mantap nie menunya harus dicoba

fiya-yemen,  13 November 2012 at 08:05  

ni roti menggunakan campuran tepung terigu dan tepung gandum. dipanggang pakai tannur (oven berbahan bakar gas). cara naruhnya dipukulkan ke dinding tannur dengan bantalan khusus yg disebut makhbazah. lebih sering dmakan pake fasulia. bisa dibuat jumbo, bisa dibuat kecil, tergantung makhbazahnya.

narti 14 November 2012 at 19:22  

@ fiya-yemen,
makasih banyak tambahan infonya, narti malah tidak tahu nama-namanya secara detail.
narti malah lebih sering makan kuboos diolesin pakai keju aja.

Post a Comment


- Terima kasih sudah berkunjung ke dapurpunyaku.blogspot.com
- Semua komentar di moderasi terlebih dahulu.
- Yang tidak punya blog, tulis komentar, lalu pilih Name/URL, isi nama saja, URL dikosongkan.
Misalnya: Yuke-Japan
- Komentar yang berbentuk link akan dihapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Welcome to my kithen since January 9, 2009

Privacy Policy | Back to TOP