The House of Raminten

>> Wednesday, November 21, 2012

The House of Raminten, namanya terbilang cukup unik, ini adalah resto semi cafe.
Mungkin kebanyakan orang lebih familiar dengan House of Raminten yang ada di daerah Kotabaru, tapi ternyata House of Raminten bukan hanya disana saja loh.

Berikut ini beberapa lokasi House of Raminten yang bisa Anda kunjungi:
1. House of Raminten - Kotabaru
Jl. FM Noto 7, Kotabaru, Yogyakarta 55224, Indonesia
Phone: (0274) 547 315
GPS Coordinate: S07 47 06.6 E110 22 17.4
(di sebelah Mirota Bakery)

2. House of Raminten - Mlati
Tepatnya di jl. Magelang Km 9 Mlati , Sleman.
Letaknya cukup tersembunyi dari jalan raya alias masuk gang.

3. House of Raminten - Malioboro
Tepatnya di Mirota Batik, lantai paling atas.
Buka pagi hingga malam jam 21:00 (karena bawahnya toko, dan toko-toko di Malioboro memang jam segitu sudah tutup, berganti dengan warung-warung makan malam hari, lesehan, angkringan, dll di sepanjang Malioboro).

Koq restonya ada diatas toko Mirota Batik? iya, karena Mirota Batik, Mirota Bakery dan House of Raminten pemiliknya sama, yaitu Pak Hamzah (kalau gak salah sih).
Saat Anda berkunjung kesana, pasti akan kagum, mata terbelalak, dll ekspresi yang mungkin akan Anda temukan. Di papan nama dan pamflet-pamflet pasti terpampang seseorang dengan pakaian kebaya, tapi agak gimana gitu, (kesan pertama mungkin akan bilang ini bencong ya?).
Dan begitu Anda masuk, ada banyak sekali photo (mirip kartu post), disitu ada gambar seseorang dengan dandanan yang cukup nyentrik, dan cukup membuat Anda tersenyum.

Gambarnya seperti ini






Dan juga Anda akan disambut dengan wangi dupa, pajangan2 Jawa, kereta kuda (tentu saja tanpa kuda karena untuk pajangan, ini seperti yang Anda temui di Mirota Batik), dll. Wangi dupa bagi orang yang belum terbiasa bisa menyebabkan pusing, mual, dll.

Selanjutnya biar gambar yang berbicara saja ya...



bakpia Raminten



alamat House of Raminten - Kotabaru



pelayan perempuan sedang mencatat pesanan

 akhirnya es tehku datang juga...slurp...

House of Raminten bukan hanya restoran, tapi ada makanan khas, spa, ada juga para pembuat batik di sebelah belakang, semuanya dikemas apik. Nama-nama menu yang cukup unik juga menjadi ciri tersendiri. Para pelayan perempuan dengan pakaian kemben dan jarit batik (seperti photo di atas, bagi sebagian orang mungkin akan menjadi betah untuk berlama-lama nongkrong disini). Pelayan laki-laki mengenakan kaos putih, rompi hitam dan kain batik. Pelayan perempuan hanya mencatat pesanan dan menghitung totalnya, nanti yang mengantar makanannya adalah pelayan laki-laki.

Narti saat itu kesana pas malam hari (House of Raminten yang di Kotabaru), suasana sungguh ramai, antri lama, ini juga sudah pesan tempat duluan, gimana kalau tidak?. Yang datang kesana tapi tidak pesan tempat duluan, siap-siap aja mengantri, nanti disuruh duduk sambil nonton tv, jika sudah ada kursi/tempat kosong baru dipanggil dan disuruh masuk. Jika membawa anak-anak mungkin tempat ini kurang cocok, kalau datang siang hari pas gak begitu ramai mungkin ok saja.

Soal harga makanannya boleh dibilang murah untuk ukuran resto. Rasa makanan standart, pelayanan boleh dibilang lama (saat itu memang pas ramai pengunjung).
Buat yang suka antri berlama-lama cocoklah...hhihi...
Kalau narti boleh bilang, tempat ini lebih cocok buat nongkrong anak-anak muda, jajannya gak mahal tapi bisa nongkrong berlama-lama, beli suasana. Cocok juga untuk menikmati malam, sambil mendengarkan alunan musik Jawa.

Kasih rate berapa ya?

Catatan:
Ini hanya sekedar untuk mengenang saat mudik bulan Agustus kemarin, dan hanya photo di atas yang tertinggal di hp karena motonya lebih banyak pakai kamera. Photo disimpen di komputer, dan komputer di install ulang. Photo hilang semua

Share to your friends:

4 comments:

Ajeng Sari Rahayu 21 November 2012 at 09:58  

jadi ceritanya menetap di Jogja nih mbak, sepertinya bakal rame review jalan2nya mbak Narti nih. Saya kemarin lewat aja ga mampir di sana, haha maklum duit menipis sementara lidah masih ingin mengicipi jajanan Jogja.


saya ketagihan bakso ulegnya mbak, pernah mampir? lupa nama warungnya apa, yang jelas, lomboknya (lombok ijo) diuleg ketika kita pesen baksonya pake sambel :D

narti 21 November 2012 at 20:21  

@ Ajeng,
ini buat kenang-kenangan saat mudik kemarin mba...
Bakso uleg belum nyobain mba. Rasanya tiada habisnya kalau kuliner di Jogja, ada saja warung baru.

Pawewet 22 November 2012 at 21:14  

wah .... lama sekali pawewet tidak berkunjung di dapur ini....mampir ah... siapa tahu ada yang bisa dimakan , semoga sehat selalu yang punya dapur ini

narti 23 November 2012 at 11:34  

@ Pawewet, suwun kang do'anipun, alhamdulillah sehat...

Post a Comment


- Terima kasih sudah berkunjung ke dapurpunyaku.blogspot.com
- Semua komentar di moderasi terlebih dahulu.
- Yang tidak punya blog, tulis komentar, lalu pilih Name/URL, isi nama saja, URL dikosongkan.
Misalnya: Yuke-Japan
- Komentar yang berbentuk link akan dihapus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Welcome to my kithen since January 9, 2009

Privacy Policy | Back to TOP